Showing posts with label Sepeda fixie. Show all posts
Showing posts with label Sepeda fixie. Show all posts

Monday, June 6, 2011

Fixie yang Sesuai Pribadi Anda

Anda mencari fixie baru? Ffixie ini mungkin bisa mewakili pribadi Anda. Seperti apa?

Musim fixie sedang berada pada puncaknya. Mungkin saja Anda mulai memikirkan memperbarui sepeda Anda. Bertelli Biciclette Assemblate mungkin bisa menjadi fixie baru sempurna untuk Anda.

Sepeda minimalis ini tak hanya bisa membawa Anda dari titik A ke titik B, juga membuat penampilan Anda makin trendi. Sepeda ini dirancang Fransesco Bertelli. Studio sepeda Bertelli sendiri berada di New York.

Di studio itu, Bertelli berhasil membuat sepeda menggunakan stok lama dan onderdil vintage. Bahkan, ia berkolaborasi dengan produsen rangka trek Norwegia, Viking, guna membuat variasi rangka sepeda.

Melalui prosedur ketat, Bertelli Biciclette Assemblate hanya dibuat menggunakan rangka besi bergeometri trek, cukit krom dan pedal vintage yang dipadukan kulit serta kayu. Menarik bukan?

Sunday, June 5, 2011

Fixie Ini Punya "Senjata" Rahasia di Sadel

Jakarta – Fixie kian menjamur. Beragam fixie bisa dijumpai di jalan-jalan, tapi fixie yang satu ini sungguh unik, punya senjata rahasia.

Produsen sepeda Ateliers d’Embellie memamerkan sepeda pertamanya yang bergaya sepeda ‘porteur’. Fitur unik sepeda ini meliputi gaya vintage serta ‘senjata’ yang berupa tempat minum yang tersembunyi di bawah sadelnya.

Sepeda buatan Ateliers d’Embellie ini secara keseluruhan merupakan buatan tangan. Sepeda ini menampilkan perpaduan kelas dan kerajinantangan. Rangka sepeda ini dibuat menggunakan kulit dan fitur bagian vintage eksklusif yang dipasang pada sepeda.

Jika Anda memiliki botol Scocth berusia 40 tahun, kesan berkelas bisa lebih menonjol pada sepeda fixie yang sedang marak ini

Saturday, June 4, 2011

Fixie Simbol Kemewahan

Jakarta – Dulu, sempat muncul 200 sepeda edisi khusus simbol kemewahan. Namun, sepeda ini menghilang selama Perang Dunia II. Kini, sepeda itu dibuat kembali dengan nama lain.

Sepeda Montante for Maserati ini tampak jelas memiliki rancangan dan menjadi simbol kemewahan. Montante for Maserati dirancang sebagai tribut pada sepeda cantik Maserati 8CTF yang dua kali memenangkan ajang Indianapolis 500.

Sepeda ini menghilang selama Perang Dunia II. Saat itu, hanya ada 200 sepeda ini dijual untuk 200 putaran balap Indianapolis.

Saat ini, fixie sedang marak, termasuk ibu kota Jakarta. Bagi Anda yang menginginkan kemewahan, fixie ini bisa menjadi pilihan Anda

Friday, June 3, 2011

Fixie 'Albino' Hasil Perkawinan Label Fesyen

Jakarta – Sepeda tak selalu tampak kuno dari waktu ke waktu. Kini, sepeda gaya yang bisa memenuhi rasa haus Anda pada sepeda yang bergaya pun muncul. Seperti apa?

Jika Anda mencari cara bergaya dan ramah lingkungan mengelilingi kota, sepeda bikinan Look dan Lacoste ini mungkin bisa menjawabnya. Perusahaan sepeda Prancis Look bekerjasama label fesyen Lacoste membuat sepeda ini.

Perpaduan kerjasama kedua perusahaan ini menghasilkan sepeda yang sangat pucat dan jelas, menjadi ‘benda’ roda dua terpanas saat ini. Warna putih sepeda ini membuatnya seperti ‘albino’.

Saat ini, detil sepeda ini masih kurang namun bersiap-siaplah menyambut sepeda ini di musim semi ini.

Thursday, June 2, 2011

Fixie Krom Klasik Keindahan Vintage

Jakarta – Bagi para peseda, fixie saat ini masih menjadi topik yang hangat dibicarakan. Jika bosan dengan gaya modern, fixie vintage ini mungkin sesuai dengan Anda.

Fixie krom klasik ini buatan Domenica Sport Bike. Fixie ini memiliki rangka vintage dan sentuhan akhir sederhana. Sepeda ini tak hanya sempurna dikendarai di kota, sepeda ini juga cocok bagi mereka yang mementingkan gaya.

Kesederhanaan selalu berhasil memenangkan para peseda. Tampak jelas, sepeda ini tak terlalu banyak memakai ‘riasan’.

Domenica Sport Bike ini merupakan keindahan alami. Berkat sentuhan krom dan bodi berwarna hitam, sepeda ini bisa meningkatkan ‘genksi’ Anda. Menarik bukan?

Wednesday, June 1, 2011

Gowes Fixie Secepat Kilat di Semarang Alleycat

Di salah satu sudut boulevard jalan Pahlawan Semarang, hari Minggu sore tanggal 29 Mei 2011 kemarin terlihat ramai oleh para rider sepeda. Eits..tunggu dulu kawan, disini bukan sembarang rider sepeda yang berkumpul. Yup, Semarang Alleycat, adalah nama acaranya. Acara ini dikhususkan untuk peserta yang mempunyai sepeda Fixie. Okey, pasti kamu sudah nggak asing lagi dengan Fixie. Konsep dari even ini adalah peserta yang dibagi dalam kelompok, dan setiap kelompok berisi 3 orang. Nah, setiap kelompok harus mendatangi lima tempat sebagai checkpoint. Kelima tempat itu adalah Taman Soekarno Hatta, Taman Bandara A.Yani, Taman Masjid Agung, Tugu Muda, Taman Srigunting. Para rider ini hanya diberi waktu 1 jam untuk menyelesaikan misinya. Even Semarang Alleycat ini ternyata nggak hanya dikuti oleh rider Semarang saja lho kawan, rider dari Kota Salatiga juga ikut berpartisipasi. Cool!

Tanpa basa basi, begitu tanda strat dimulai, para rider langsung mengowes fixie dengan kencang. Wuuzzzz…….!!! Ada yang unik nih, jadi di setiap checkpoint terdapat tantangan tersendiri untuk peserta mendapatkan poin. Tantangan tersebut antara lain, peserta wajib membawa 3 bunga kamboja, lalu peserta juga ditantang untuk membuat origami, on the spot!

Dan untuk menentukan pemenang dari Semarang Alleycat ini bukan ditentukan dari kelompok mana yang finish terlebih dulu, tapi ditentukan dari banyaknya total poin yang didapat dari setiap lokasi checkpoint. Setelah 1 jam beraksi seperti “kucing liar” menjalankan misinya, sekitar pukul setenga 6 sore,kelompok rider satu persatu kembali ke lokasi awal yaitu di boulevard jalan Pahlawan Semarang. Akhirnya diumumkan jawara dari Semarang Alleycat ini, juara pertama atau King of Alleycat yaitu plenyik, kethek, rinta. Mereka rider fixie dari Salatiga. Nggak percuma ya jauh-jauh dari Salatiga. He-he-he.

Ini adalah Semarang Alleycat yang petama diadakan di Semarang lho, kawan. Kita tunggu yuk Semarang Alleycat yang kedua. Happy fixie. Let’s go biking!

Sepeda seharga ratusan juta turut mejeng di pameran Ina Bicycle

JAKARTA. Akhir-akhir ini olahraga bersepeda mulai banyak digemari oleh semua kalangan. Bahkan kini tak jarang lagi orang menjadikan sepeda sebagai salah satu alat transportasi alternatif untuk bekerja, lantaran menghindari kemacetan.

Tak heran bisnis sepeda belakangan kian menggiurkan. Hal ini bisa terlihat melalui pameran sepeda "INA Bicycle" yang diselenggarakan sejak hari ini (26/5) hingga hari Minggu (29/5), di Jakarta Convention Center. Pada pameran ini, ada sekitar 70 peserta yang ikut meramaikan.

Selain itu, sepeda yang ditawarkan juga beragam dengan rentang harga mulai jutaan rupiah hingga ratusan juta rupiah.

Santo, salah satu pengusaha yang baru berkecimpung di bisnis sepeda, mengaku berbisnis ini sejak tren bersepeda mulai booming di masyarakat. Apalagi, kepemilikan sepeda saat ini tidak hanya untuk sekadar hobi melainkan menjadi alat transportasi untuk bepergian.

Dalam bisnis tersebut, ia memilih untuk mengimpor sepeda dari China. Merek yang dijual adalah sepeda Doppel Ganger. Jenisnya pun bermacam-macam antara lain sepeda fixie dan sepeda lipat. Harga yang ditawarkan berada dalam kisaran Rp 3 juta per unit hingga seharga Rp 8 juta per unit. Meski harganya cukup menguras kocek, tapi penjualan sepeda tak pernah sepi.

"Di hari pertama pameran ini saja saya sudah menjual 15 unit sepeda," katanya. Dalam stand pamerannya, Santo memasok sekitar 34 unit sepeda hingga hari terakhir pameran. Namun, melihat banyaknya pembeli, kemungkinan ia akan menambah stok lagi.

Nah, jika Anda menginginkan sepeda yang lebih berkelas, kunjungi saja stand Mercedes-Benz. Tak hanya produk mobil, Mercedes-Benz juga menawarkan berbagai macam jenis sepeda untuk kelas menengah ke atas.

"Mercedes-Benz memang sebenarnya sudah lama mengeluarkan produk sepeda, dan biasanya kami jual bersamaan dengan showroom yang kami miliki," kata Hari Sumantri, Parts Sales Staff Mercedes-Benz yang turut sebagai peserta pameran INA Bycle.

Dalam pameran ini, Mercedes-Benz memasok delapan unit sepeda. Pada hari pertama pameran, Mercedez sudah berhasil menjual dua sepeda. Adapun sepeda yang dipamerkan diantaranya tipe mountain bicycle dan tracking bike.

Boleh dibilang, Mercedes termasuk sebagai salah satu peserta pameran sepeda yang menjual harga paling tinggi. Lihat saja, harga yang ditawarkan untuk satu unit sepeda tipe mountain bicycle mencapai Rp 102 juta. Sedangkan harga termurah yang ditawarkan Mercedes sekitar Rp 21,5 juta dan sepeda mini khusus anak-anak seharga Rp 7 juta per unit.

Sayang, dalam pameran INA bycle ini rata-rata produk yang dijual mayoritas adalah produk impor. Dan sebagian produk berasal dari China dan Jerman.

Ramping Bergaya saat Malam

JALANNYA bisa maju, juga bisa mundur dan tidak memiliki rem. Ya, sepeda fixie atau bergigi tetap (fixed gear) merupakan sepeda dengan satu kecepatan yang biasa digunakan pembalap trek di Velodrome. Beberapa tahun terakhir, sepeda fixie populer karena berdesain ramping, cepat, dan bebas perawatan.

Mengendarai sepeda fixie, khususnya saat menghentikan laju sepeda, membutuhkan latihan tertentu karena remnya menggunakan pedal. Harga untuk satu unit sepeda pixie sebesar Rp 2-17 juta. Bentuk sepeda fixie tidak jauh berbeda dengan sepeda pada umumnya. Hanya, sepeda ini lebih ramping rangkanya. Bisa dibilang si kurus yang lincah. Karena sepeda yang bebannya lebih ringan daripada sepeda pada umumnya.
Sepeda ini didesain penuh dengan warna-warni, tergantung si pemilik inginnya berwarna apa. Warna-warni inilah yang membuat sepeda ini terlihat menarik. Apalagi si ramping umumnya tak memiliki rem. Jadi bagaimana cara mengeremnya?

Cukup dengan memainkan pedal, yang tadinya memacu sepeda dengan kecepatan tinggi berlahan bisa behenti. Karena ketika mengayuh pedal ke arah depan sepeda berjalan maju, namun saat dipedal ke belakang seketika sepeda ini akan mundur.

Pada umumnya sepeda ini untuk jalan santai. Uniknya, rata-rata pemilik sepeda fixie di Kota Tepian digunakan berkeliling di malam hari. Di Samarinda sepeda ini baru dikenal oleh masyarakat awal 2010. Seperti saat media ini menemui Samarinda Fixed Gear (SFG), salah satu kelompok pecinta sepeda fixie.

“Bersepeda ini bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga bisa bergaya dan fesyen,” ujar Herman, anggota SFG saat ditemui di bilangan Jalan Lambung Mangkurat. Untuk bermain sepeda ini, katanya, tidak perlu kostum khusus seperti olahraga sepeda lain. “Ya bebas saja pakaian, seperti jalan-jalan ke mal. Tergantung keinginan orangnya,” tambahnya
Untuk membeli satu unit sepeda pixie mulai dari Rp 2 juta hingga puluhan juta. Namun jika dirangkai dirangkai sendiri, hargaya relatif murah. “Ya, biasanya kalau orang yang kreatif itu merakit sendiri,” papar Herman sambil menunjukan sepeda fixie merek Volume miliknya dibeli seharga Rp 10 juta. Hingga kini harga sepeda itu jauh lebih mahal karena menghabiskan Rp 7 juta untuk memodifikasi.

“Rata-rata pemilik sepeda fixie itu suka dimodifikasi lagi. Karena saat beli, biasanya ada komponen yang kurang dan itu ditambahkan sendiri oleh pemilik sepeda,” ungkap pria yang memiliki usaha bengkel kapal ini. Si ramping umumnya digemari oleh anak muda. Namun yang bergabung di SFG usianya mulai 10 hingga 40 tahun.

Faed Mayjaya, pemilik sepeda fixie lainnya mengaku suka bermain sepeda ini bukan hanya di jalan lurus, tapi juga di jalan tanjakan atau bukit. “Kalau main di bukit, mesti sudah memiliki keahlian. Karena harus bisa menguasai pedal kalau tidak ingin terjatuh,” ungkapnya, sembari menambahkan peminat sepeda jenis ini mulai merambah warga Kota Tepian.

Sunday, April 24, 2011

Inilah 3 Aksesori Gagal di Sepeda Fixie


INILAH.COM, Jakarta- Sepeda fixie kini populer di Indonesia maupun mancanegara. Yang menarik, banyak penggemar fixie memodifikasi sepedanya. Sayangnya, ada banyak aksesori tak berguna.

Aksesori pertama adalah top tube pad yang biasa digunakan pada sepeda BMX di 1980an. Slilinder busa tipis ini melilit frame sepeda bagian atas untuk melindungi selangkangan dari benturan frame. Sayangnya, ini terkesan ‘tidak berguna’. Jika takut dengan keselamatan, kenapa pengendara fixie tidak membeli rem depan saja?

Aksesori kedua adalah kartu-kartu yang tertempel di jari-jari sepeda. Banyak pecinta fixie yang menempelkan kartu ini yang membuat sepedanya jadi aneh. Apalagi, terkadang muncul suara-suara karena benturan tempelan itu dengan jari-jari sepeda.

Aksesori ketiga adalah roda mag atau mag wheel. Ini terkenal di era 1980-an saat BMX memperkenalkan Skyways atau Zytecs. Sayangnya, di masa kini, roda itu sangat tidak menarik karena hanya ditaruh di bagian depan sedangkan roda belakang memiliki bentuk yang berbeda.

Sepeda fixie identik dengan gaya minimalis, murah dan tidak rumit. Sepeda tersebut tidak memiliki rem dan pedal akan terus berputar seiring dengan roda. Menggunakan sepeda fixie tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi tetapi juga bagian dari gaya hidup.

Merakit sepeda fixie sangatlah menarik karena beberapa komponen dapat digabungkan dengan komponen sepeda balap. Selain sepeda fixie tampak sederhana, remaja dapat menunjukkan eksistensi diri dengan menampilkan ‘gaya pribadi’ di sepeda mereka.[ram]

gambar mobil-mobil terbaru

Saturday, April 23, 2011

Fixie tak Terbendung


INILAH.COM, Jakarta – Saat ini fixie sedang menjadi tren terpanas di dunia komuter sepeda perkotaan yang makin tak terbendung. Jumlah sepeda fixie bertambah tiap hari.

Di Jakarta, komunitas sepeda fixie bertebaran bak jamur. Tidak hari kantor, apalagi akhir pekan, jalan-jalan di pusat kota selalu diramaikan dengan fixie. Bahkan ada yang memakainya ke kampus untuk kuliah. Penjual sepeda yang mengkhususkan diri pada sepeda fixie pun tumbuh subur, tak terkecuali bengkelnya.

Di Bandung, sebagai contoh, penjualan sepeda fixie naik 300% dalam satu tehun terakhir ini. Hal yang kurang lebih sama terjadi di kota-kota besar di Indonesia. dan, pusatnya tentu saja di Jakarta.

Fixie bukanlah barang baru, namun baru beberapa waktu terakhir ini saja menjelma menjadi fenyen kaum urban.

Sepeda bergigi satu tanpa mekanisme roda bebas ini memiliki pedal yang secara konstan bergerak ketika sepeda bergerak. Hal ini membuat pengendara tak bisa melewati jalur downhill.

Saat ini, sepeda ini menjadi pilihan pemuda di kota besar. Fixie sangat digandrungi karena sederhana, cepat, efisien, menyenangkan serta menambah gaya.

Absennya rem depan membuat pengendara hanya bisa berhenti dengan berdiri dan mendorong pedal ke arah berlawanan. Bagi banyak orang ini merupakan gaya tersendiri dan kadang jadi arena atraksi.

Banyak pengendara muda tergoda sensasi mengendarai fixie tanpa rem, meski hal ini berbahaya. Bersenang-senang dengan fixie kustomisasi memang tampak keren. [ram].

Fixie Sexie

Sudah nggak asing lagi dong dengan sepeda unik yang satu ini? It’s Fixie guys!! Tahu nggak sih kalau nama Fixie itu sebenarnya adalah istilah yang sering dipakai di Amerika sana untuk menyebutkan sepeda yang sistem gear belakangnya menggunakan gear paten atahu dulu disebut “doltrap” alias “fix gear”. So, Fixie yang benar-benar Fixie yang benar nggak cuma sepeda yang asal warna-warni dan dengan parts-nya yang harganya mahal! Pengen banget punya Fixie?! Pastinya pengen tahu lebih banyak semua tentang Fixie dong? Yuk belajar bareng “Sexie”!

“Sexie” atau yang lebih sering disebut “Semarang Fixie” merupakan salah satu komunitas yang mengenalkan asiknya bermain Fixie di Semarang ini. Komunitas yang awalnya dulu hanya terdiri dari tiga orang teman nongkrong ini makin lama makin banyak aja lho anggotanya. “Dari awal Mei 2010 lalu kalau kita lihat dari group di facebook sudah lebih dari 1300-an orang yang gabung, tapi kalau yang aktif ikut sepedaan bareng sih sekitar 20-an orang lebih.” Kata Reza salah satu koordinator komunitas ini.

Tahu nggak sih, ternyata banyak juga lho komunitas-komunitas sepeda lain yang meng-underestimate- kan fixie sebagai sepeda yang cuma bisa buat pamer doang! Eits! Jangan ikut-ikutan kayak gitu ya, karena yang punya pikiran kayak gitu adalah orang-orang yang sebenarnya nggak ngerti atau mungkin iri tapi gengsi memakai Fixie. Memang sih buat dipakai jarak jauh kurang nyaman, tapi coba deh kamu pikir sekali lagi, kalau kamu punya Fixie bukannya malah kamu bisa melampiaskan kreatifitas kamu berkreasi dengan sepedamu. Nggak perlu parts yang mahal yang penting terkonsep dan tentunya asik buat seru-seruan!

“ Nggak ada standart kok bagus atau nggaknya Fixie. Soalnya kreativitas dan keindahan itu nggak ada tolak ukurnya, kadang ada yang bilang “alay” tapi ada juga yang bilang bagus banget. Yang penting tetap sesuai konsep. ” tambah Reza.Konsep Fixie sendiri ada 4 macam, Track yang biasa untuk balap, Trick buat yang freestyle dan loncat-loncat, Polo digunakan untuk bermain polo bike, dan Fashion yang khusus untuk fashion statement. So, mau yang mana tinggal tentukan sesuai selera kamu.

Oh iya, satu lagi hal yang membuat Fixie makin banya digemari sekarang ini. Karena ada trick-trick khusus yang bisa kamu pelajari di sini, yang tentunya nggak bisa dilakukan sepeda-sepeda yang lain. Misalnya untuk pengereman (karena biasanya banyak Fixie nggak dipasangi rem depan) ada teknik yang dinamakan “skid”. Yang perlu dilakukan adalah dengan berarti mengurangi putaran pedal secara bertahap, dan badan pesepeda yang berdiri di pedal condong ke depan jadi beban beralih ke bagian depan sepeda sehingga pengereman bisa lebih optimal. Masih banyak lagi trick unik yang bisa kamu pelajari deh dengan Fixie kesayanganmu itu.

Masih tetap bingung? Kenapa nggak tanya langsung aja sama si Sexie ini? Sexie biasanya kumpul bareng di Kedai Digital Sebelah Rumah Sakit Roemani setiap Selasa dan Jumat malam. Kata Reza, “ Kalau kumpul kegiatannya paling briefing sebentar terus berangkat nge-trick atahu riding bareng, kumpul, sharing dan seru-seruan pokoknya!”

Nggak sempet kumpul bareng sama mereka tiap malam, don’t be disappointed! Setiap 2 bulan sekali Sexie bareng komunitas Fixie lainnya seperti Fixie Broke Heart, Fashion Fixie, dan Team_Fixed selalu bikin kegiatan rutin yang namanya “Sunday 69” yang lokasinya di Area Car Free Day Jalan Pemuda-Pahlawan Semarang. Dan untungnya lagi bulan ini bulan kedua mereka bakal mengadakannya. Jadi tunggu aja acara seru mereka ini juga!

Sunday, April 17, 2011

Kumpul di Jogja Last Firday Ride


Liputan6.com, Yogyakarta: Bukan fun bike atau sepeda santai. Bukan pula car free day atau hari bebas kendaraan bermotor. Namun, ribuan pengendara sepeda mengikuti Jogja Last Firday Ride atau bersepada yang memang digelar pada Jumat terakhir setiap bulannya.

Berbagai komunitas sepeda lebur menjadi satu pada hari itu. Segala jenis sepeda dikayuh mengelilingi Kota Yogyakarta. Mulai ontel, sepeda tinggi, hingga sepeda fixie yang sedang digandrungi. Semakin malam, para pegowes yang datang kian banyak. Ada juga yang sekadar kumpul-kumpul.

Meski kegiatan ini sudah menarik minat sekitar 2.000 pengendara sepeda, masyarakat Yogyakarta merasa belum perlu diadakan hari khusus bebas kendaraan bermotor atau car free day. Yang jelas, budaya bersepeda di Kota Gudeg bisa bertahan di tengah terus bertambahnya jumlah kendaraan bermotor.

Sepeda Fixie Aneh dan Unik

Sepeda aneh ini merupakan koleksi Richard Loncraine. Uniknya, sepeda ini sangat berbeda dengan sepeda um
umnya, yakni hanya berukuran setengah sepeda biasa.

Sepeda ini merupakan sepeda modern Penny-Farthing (P-Far). Sepeda ini tampak dibuat dengan sempurna namun juga tampak sedikit tak stabil. Saat mengendarai sepeda ini, kaki berada di antara setang yang sangat panjang dan berbentuk aneh.

Selain itu, berat tubuh akan langsung ditopang roda belakang. Sepeda ini dibangun menggunakan rangka sepeda track modern yang juga merupakan sepeda fixie. Jadi, Anda tak akan menemukan rem pada sepeda ini. Sepeda ini hanya memiliki pedal klip-jempol.

Bahkan, dengan rasio gigi yang rendah, akan sangat sulit menghentikan sepeda ini tanpa meletakkan kaki ke jalan seperti gaya Fred Flinstone. Meski begitu, ternyata sepeda ini cukup stabil saat dikendarai.

Seperti dikutip wired, sepeda ini memiliki keuntungan karena ukurannya yang sudah seperti ukuran sepeda lipat. Tertarik mencobanya?

Bahaya Sepeda Fixie

Sepeda Fixie tidak hanya populer di Indonesia tetapi juga mancanegara. Namun, polisi Berlin khawatir sepeda fixie bisa membahayakan keselamatan pengedara dan orang lain. Mengapa?

Polisi Berlin, Jerman, mengeluarkan peringatan keras setelah seorang pengedara sepeda fixie mengalami luka kepala serius. Pihak berwenang menegaskan pelarangan penggunaan sepeda fixie yang tidak memenuhi standar keselamatan, atau bahkan tidak punya fitur keselamatan sama sekali.

“Penggunaan sepeda itu sangat berbahaya karena mengancam kehidupan, membahayakan keselamatan pengedara dan kesejahteraan umum pengguna lainnya. Ini tidak berhubungan dengan seberapa besar pengalaman mereka,” ujar salah satu polisi lokal yang tidak disebutkan namanya, berdasarkan keterangan Spiegel Online.

Meskipun tidak diklaim sebagai sepeda ilegal, pemerintah Jerman mulai mewaspadai bahaya penggunaan sepeda fixie yang tanpa fitur pengaman. Apalagi, sepeda tersebut memang tidak memiliki rem sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan.

Sepeda fixie memang unik. Pengendara harus terus menerus mengayuh sepeda karena jika pedal tidak bergerak maka roda sepeda akan berhenti bergerak. Sebelumnya, fixie merupakan jenis sepeda balap namun empat tahun terakhir mulai dibawa ke ruang publik.

Sepeda Fixie dan Artis

Setelah banyak warga Jakarta yang menyadari sepeda merupakan solusi alternatif dari mengatasi kemacetan saat ini, penggunaan sepeda sudah mulai menjadi gaya hidup sebagian warga jakarta. sebelumnya kita sudah akrab mendengar beberapa jenis sepeda yang banyak digunakan seperti MTB,’seli’ sepeda lipat dan sepeda onthel. Yang sedang menjadi trend saat ini adalah sepeda Fixie, sebenarnya sepeda ini bukan jenis sepeda baru. Di Amerika, Fixie dulunya sering digunakan untuk mengantar koran, majalah dan sebagainya. tapi saat ini sepeda Fixie sedang menjadi trend di luar maupun di dalam negeri.


Sebut saja Tora Sudiro, Desta, Vincent Rompies merupakan beberapa artis yang sering terlihat ber-nite ride menggunakan sepeda Fixie dengan komunitasnya ‘Tremorz’.
Fixie di ambil dari fixed gear yaitu gear mati dengan single speed, sehingga pedal akan terus bergerak ketika roda belakang tetap berputar, atau biasanya di kenal dengan istilah doltrap, berbeda dengan ‘torpedo’ yang pedalnya masih dapat berhenti ketika roda belakang terus berputar.
Yang menarik dari Fixie adalah pemilihan warnanya, sehingga banyak ditemui para pengguna fixie menggunakan warna-warna yang ’shocking’ untuk lebih menarik perhatian dan kita bisa memodifikasi handlebar, rim, frame dan sebagainya.

Pada dasarnya Fixie adalah sepeda yang sangat simple sehingga kita tidak akan menemukan kabel rem ataupun kabel gearshift yang melintang, sehingga untuk pengereman hanya memaksimalkan penggunaan pedal, untuk mengatasinya bisa ditambahkan rem depan untuk membantu pengereman.
Bagi yang belum pernah mencoba sepeda ini, demi keselamatan baiknya disarankan untuk membiasakan diri terlebih dahulu sebelum ‘terjun’ langsung ke jalan raya.
berani mencoba dan ingin ber-fixie ria? silaa gowesss..

Rogoh Jutaan Rupiah Demi Hobi Sepeda

JAKARTA – Memiliki hobi sepeda dengan sistem fix gear, Tora Sudiro menularkan kegandrungannya kepada sang istri. Tak tanggung-tanggung, dia membuatkan Mieke Amalia sepeda dengan model yang sama seperti miliknya.

“Iya, lagi suka sepeda fixie. Mieke sejak dibuatin sepeda, jadi suka juga. Tadinya enggak terlalu suka. Kalau saya, dari kecil sudah suka sepeda. Tiba-tiba ada fixie, ya sudah sekalian buatin Mieke. Dari situ jadi sering main,” papar Tora saat ditemui di The Luv’s Bar & Dine, Citywalk Sudirman, Jakarta, Kamis (27/1/2011).

Kecintaan terhadap kegiatan bersepeda membuat Tora tak segan mengayuh sepedanya ke tempat yang jauh dari rumahnya. Bintang film Arisan ini pernah menjelajah hingga ke Bogor menggunakan sepeda fixie andalannya bersama komunitas pecinta sepeda.

“Biasannya gowes itu awalnya dari Citos, Jakarta Selatan, terus berakhir di lokasi car free day, biasanya di FX Sudirman setiap hari Rabu. Kadang gowes sendiri, kadang sama Mieke juga,” tuturnya.

Disinggung mengenai berapa anggaran yang dikeluarkan untuk merakit sebuah sepeda, Tora tak menyebutkan secara pasti nominal untuk memuaskan hobinya. Dia hanya menyebut kisaran rata-rata.

“Banyak yang bikin fixie enggak mahal-mahal juga. Tergantung di mana kita ngerakitnya aja. Saya kan berat badannya 87 kg, jadi enggak mungkin pakai barang begitu (harga murah). Harganya antara Rp1 juta-Rp60 juta. Tapi menurut saya kalau Rp60 juta itu sih gila,” tandasnya.(ang)

Source: Okezone – Celebrity

Friday, April 15, 2011

Komponen Sepeda Fixie

Hallo teman-teman semua, udah tahu tentang sepeda fixie belum ?!bingung mencari tempat bikin sepeda fixie murah ?! ada beberapa yang udah tahu dan ada juga yang belum tahu. Nah, kali ini kami akan memberikan informasi tentang sepeda fixie, komponen apa saja yang ada pada sepeda fixie., pemilihan komponen sepeda fixie. Kami membantu dalam memproduksi fixie murah

(Sebelumnya, buat teman-teman yang ingin merakit fixie, dan masih ragu2 untuk pemilihan warna-warna komponen sepeda fixie, mbojo souvenir memberikan kemudahan kalian untuk memilih warna-warna komponen fixie dalam bentuk corel draw/syaratnya dengan menulis komentar dibawah tulisan ini, terima kasih)

Apa sih sepeda fixie itu ?

Sepeda fixie sebenarnya adalah sepeda yang dibuat dengan gaya yang sangat minimalis, komponen yang murah tapi berkualitas dan dipake sangat mudah untuk semua umur, pria maupun wanita. Ciri khasnya terlihat dibagian Frame (Rangka) dan bagian Velg dan bannya. Ciri khas lainnya adalah fixie tidak menggunakan rem, jadi pengendaranya harus selalu memutar, dan remnya adalah dengan cara menahan kayuhan pedalnya (Lumayan berbahaya si :D ) tapi itulah serunya, harus memiliki kekuatan kaki yang cukup kuat (ngitung-ngitung olahraga teman-teman hehehe

Keuntungan sepeda fixie ?!

Dalam kehidupan sehari-hari, sangat perlu banget kalau kita menggunakan fixie. Selain hemat kemana-mana, kita bisa ramah akan lingkungan, tanpa mengakibatkan polusi udara (Meminimalisir global warming kali yah), tentunya fixie bisa digunakan sebagai alat transportasi di perumahan-perumahan, mungkin yang mau iseng kekampus juga boleh kok, karena penampilannya yang sederhna menjadi alasan mengapa fixie saat ini semakin digandrungi anak muda hingga pekerja. Satu hal lagi yang buat fixie disukai yaitu, harga-harga komponennya relatif lebih murah dan bisa digonta-ganti kapan aja (Ya ga ?! :D )

Kekhasan Sepeda Fixie

Sepeda fixie identik dengan tanpa rem, gear yang dinamis. Kebanyakan yang permanen. Jadi, point pentingnya adalah, cara mengeremnya adalah dengan mengandalkan kekuatan kaki kita menahan pedal kebelakang (Buat yang masih pemula harus banyak latihan yah, biar antisipasi kecelakaan). Ban fixie yang tergolong kecil dan tipis membuat fixie lebih laju digunakan banding sepeda dengan ban yang tebal dan lebar. Stang yang digunakan untuk sepeda fixie biasanya sangat minimalis, dan tidak ribet pemasangannya.

Komponen-komponen sepeda fixie ?

Frame
Frame adalah komponen dari fixie yang bisa dibentuk sesuka hati oleh orang2 yang akan membuat fixie. Caranya buat yang belum tahu, kalian konsep terlebih dahulu maunya seperti apa bentuk frame yang kalian inginkan. Minimal gambar tangan aja dulu, dan disesuaikan dengan band dan velg (Diameter)-nya, jangan sampai kalian salah konsep yang menyebabkan ketidakcocokan antara bentuk frame dan ban yang dipake ;)














Stang/Stem
Stang yang digunakan untuk sepeda fixie ada beberapa jenis, dibawah ini ada beberapa jenis stang yang biasa dipake para penggemar fixie, yuk kita lihat

Pemilihan stang disesuaikan dengan keinginan masing-masing, dipilih sesuai kenyamanan dari pengguna fixie itu sendiri. Selamat memilih yah teman-teman.
Stem yang digunakanpun bervarias, ada jenis bangau, ada jenis lurusan


















Crank
Crank adalah gear yang menyatu dengan tangkai pedal, ukurannya dan jumlah runcingannya pun berbeda-beda tiap seri, semakin besar ukurannya. Maka kayuh yang dibutuhkan sedikit, sehingga ukuran besar biasanya lebih laju dibanding crank yang ukuran kecil. Pemilihan crank untuk sepeda fixie biasanya yang jumlah runcingnya kurang lebih 40, 48, 56 runcingan, ini sudah standar digunakan.













Gear hub
Gear hub, adalah bagian yang cukup fital untuk digunakan pada sepeda fixie, gear yang digunakanpun harus yang sesuai dengan hub yang digunakan, juga berpengaruh terhadap jari2 yang digunakan pada velg fixie. Gear permanenlah yang membuat fixie tidak perlu menggunakan rem, alias bisa dilas mati atau bisa menggunakan hub yang sekaligus dengan gearnya (artinya paketan)












Velg
Ini ni, yang buat kekhasan dari fixie yaitu velg, dengan warna-warna yang menarik. Diameternya bisa kita pilih sesuka hati dengan warna2 yang kita sesuaikan dengan apa yang kita rencanakan. Mau merah ?! biru ?! putih ?! hitam ?! atau mungkin croom (bener ga sih tulisannya ?! hehehe), pemilihan velg selain disesuaikan dengan badget (duit), kita harus pintar memilih agar tidak terlalu terlihat norak nantinya.


Kami mengoleksi gambar-gambar sepeda fixie yang sudah dirakit ma teman-teman penggila fixie. Kalo teman-teman butuh, akmi akan menyediakannya dalam bentuk .rar terima kasih

http://mbojosouvenir.wordpress.com

Sepeda Fixie Makasar "Mafia Riders"

KOTA Makassar lambat laun mulai dikenal sebagai kota sepeda. Fenomena ini tidak lepas dari menjamurnya masyarakat yang akrab bersepeda di berbagai lintasan jalan-jalan kota. Seiring dengan itu, berbagai komunitas sepeda bermunculan satu per satu dalam lima tahun terakhir.

Salah satunya adalah komunitas sepeda Fixie bernama Mafia Riders (Makassar Fixed Gear Activity). Komunitas ini mempunyai anggota sedikitnya limapuluh orang aktif, yang saban pekan bisa dilihat nangkring di depan Bank Indonesia Jalan Jenderal Sudirman.

Menurut salah seorang anggotanya, Ryan Hidayat, komunitas ini telah ada sejak 29 September tahun lalu. “komunitas ini sebenarnya komunitas yang memiliki sepeda city bike dengan ciri khas tanpa rem," ucapnya.

Jika diamati dari dekat, sepeda ini memang tampak berbeda dengan sepeda kebanyakan. Perbedaan mencolok terlihat pada jenis stang, dan veleg yang berwarna-warni. Sepeda ini dirancang tanpa gear yang dinamis, dan hanya mengandalkan kekuatan pedal. Jika pedal didorong ke belakang akan tetap melaju ke belakang sehingga pengereman hanya bergantung pada kekuatan pedal.

"Nah, uniknya disini. Sepeda ini sederhana, tanpa rem. Selain itu Stang (kemudi) juga lebih ramping. Kalau menyalip kendaraan bisa lebih mudah," jelasnya. Tapi, bukan itu yang membuat Ryan tertarik untuk bergabung dalam komunitas ini. Ryan mengaku, sulit mencari onderdil di Makassar. Apalagi untuk jenis sepeda Fixie, sangat jarang toko sepeda yang menjual suku cadang sepeda ini.

"Enaknya itu berburu suku cadang. Sangat jarang ada toko sepeda yang menjual satu set sepeda Fixie. Makanya mereknya itu berbeda-beda, dari veleg, stang hingga kerangka jarang yang satu jenis merek," katanya. Berawal dari situs-situs jejaring sosial, Ryan pun akhirnya diajak bergabung dalam komunitas ini. Saban Rabu malam, Jumat malam dan Minggu pagi mereka 'kopi darat' di depan Bank Indonesia di Jalan Jenderal Sudirman.

"Kami ngumpul setiap Rabu, Jumat dan Minggu pagi," katanya. Ryan mengaku, saat ini anggota komunitas sepeda Fixie mencapai lima puluh orang dari berbagai kalangan. "Saya sendiri dari mahasiswa, ada yang dari kalangan swasta dan pegawai negeri sipil. Pokoknya tua muda ikut gabung," kata Ryan, yang masih mahasiswa semester akhir di Sekolah Tinggi Ekonomi, STIEM Bongayya.

Abadi Gunawan mahasiswa Universitas Hasanuddin, yang juga anggota komunitas sepeda ini mengaku tertarik bergabung karena alasan informasi. Setiap kali Abadi mendapatkan informasi suku cadang terbaru berasal dari komunitas. "Saya bergabung sejak setahun lalu. Saya butuh informasi. Sebab peralatan sepeda ini dijualnya terpisah-pisah. Kita juga mesannya terpisah, dari veleg, stang, ban hingga rantai dipesan dari luar makassar via pos," katanya.

Harganya terjangkau, tapi pencarian yang sulit. Namun, jika duit di kantong belum memadai, ada saja anggota komunitas yang banting harga. "Saya pernah dapat kerangka dan stang yang bagus dengan harga murah dari teman komunitas," katanya. Harganya, kata Abadi bervariasi dari Rp 500 Ribu hingga jutaan rupiah. "Untuk satu veleg saja bisa sampai Rp 3 Juta, stang Rp 200 Ribu, dan kerangka ini yang paling mahal, ada yang mencapai Rp sepuluh Juta," jelasnya.

Acara 'kopi darat' tidak hanya dijadikan sebagai ajang berbagi informasi. Tapi juga berbagi keterampilan di antara para anggota komunitas. "Kalau sudah ada yang bisa mengendarai sepeda ini berjalan mundur, berarti sudah bisa dikatakan hebat," kata Abadi. Adalagi Akbar Nugraha, siswa SMA Al Azhar ini Jakarta memilih bergabung dalam komunitas karena faktor keamanan dan lingkungan. Sejak duduk di kelas dua, Akbar memilih bersepeda di lingkungan tempat tinggal dan berkeliling kota bersama komunitasnya.

Sepeda Fixie berkelir putih miliknya, dikendarai selepas pulang sekolah. Pada hari tertentu, remaja berusia 17 tahun ini, berkumpul bersama komunitas sepeda fixed. Selama bergabung di komunitas fixed Makassar, anak tunggal ini, mengaku mendapatkan banyak manfaat positif. "Ya, pokoknya bukan hanya gaya-gayaan. Tapi lebih kepada pertemanan dan menambah keterampilan bersepeda Fixie," ungkapnya.

Anggaran sebanyak Rp 11 juta dihabiskannya untuk utak-atik sepeda yang identik dengan corak warna warni ini. Dikalangan komunitas, lelaki ceking ini dikenal sebagai fast rider yang senang memacu sepeda dalam kecepatan tinggi. "Ini butuh keterampilan. Sebab, kita memacu sepeda tanpa mengandalkan rem yang biasa kita gunakan. Tapi mengandalkan kekuatan untuk menahan pedal," katanya. (Icchankamin)

Semua tentang Sepeda Fixie

Disebut Sepeda Fixie karena fixed gear. Artinya, gear belakangnya itu fixed, nggak dinamis. Jadi kita ngga bisa ngegowes lepas ke belakang. Kalo ngegowes ke belakang, yang ada sepedanya jadi jalan mundur, inilah letak keunikannya disamping ngga ada rem. Ban sepeda Fixie juga tipis, sehingga ringan ketika di genjot. dan yang lain menarik pada bagian stang. Dimana stang atau handlebar sepeda Fixie dibuat dengan tegak lurus. Minimalis desain menjadi ciri sepeda single speed ini. Remnya adalah kekuatan kaki kita untuk menahan pedal yang selalu berputar ke depan.



Gimana cara mendapatkan Sepeda Fixie?

Kalo agan punya budget yg berlebih, agan bisa beli jadi sepeda fixie, itung2 menghemat waktu dan tenaga

Harga sepeda Fixie untuk minimum dengan komponen seadanya dapat mencapai 1.5 juta. Harga sepeda Fixie yang cukup lumayan sekitar 2.5 juta atau lebih. Sedangkan harga sepeda Fixie rakitan tipe generic dengan komponen cukup baik mencapai 3.5 juta keatas. Tipe sepeda fixie bermerek umumnya berada di atas 4 juta, tergantung komponen yang sedang in.

Tapi klo aboi emang pengen dapetin sepeda yg bener2 pas dihati aboi,aboi bisa ngerakit sendiri biarpun jauh lebih repot dari beli jadi,yang penting hati puas

Caranya,beli dari rangka kosong sudah banyak dijual,atau bisa memilih rangka polos dan di cat sendiriatau bisa juga mengunakan frame sepeda balap lama. Komponen dari roda dilepas dan diganti dengan komponen sepeda Fixie yang simpel. Untuk ukuran frame sepeda balap tua umumnya masih bisa dipakai, rata rata sepeda Fixie dirancang untuk ban 700C.Ingin meninggalkan sejarah pada sepeda, boleh juga mempertahankan bagian stang road bike. Sisanya boleh di modifikasi.

Apa yang perlu dipertimbangkan dalam modifikasi Frame sepeda lama ke Fixie?

Tidak semua frame sepeda bisa dijadikan Fixie. Bila ingin merubah sepeda lama menjadi sepeda Fixie ada baiknya memperhatikan penyanggah roda belakang yang ada.


Gambar bawah ini adalah bagian gear hub belakang. Sepeda Fixie mengunakan tiang hub permanen dengan mur, dan berbeda dengan rancangan sepeda MTB atau Road Bike modern yang mudah dilepas pasang.

Bila sepeda lama anda ingin dirubah, sebaiknya memperhatikan kedudukan garpu roda belakang.
Tetapi apabila masih bingung untuk memodifikasinya, sebaiknya konsultasi dengan penjual. Apakah kedudukan frame sepeda anda dapat dipakai untuk Fixie atau tidak.

Urusan warna ban

Mengingat rancangan sepeda fixie akan terlihat modis, maka warna ban mengikuti warna sepeda sehingga akan terlihat lebih matching. Umumnya ban sepeda Fixie mengunakan ukuran saat ini seperti Road Bike (sepeda balap) atau Hyrid Bike (sepeda dalam kota) dengan velg / Rim 700c dengan ukuran ban 19 – 23 C. Harga ban sepeda Fixie bermacam macam, ban tanpa merek bisa dibeli hanya seharga puluhan ribu saja. Tapi untuk model bermerek terkenal harganya bisa melambung diatas 125 ribu dari produk CST tipe Wireband.

Headset sepeda Fixie

Salah satu komponen penting untuk sepeda Fixie adalah bagian Headset. Bagian ini sebagai penghubung frame dan fork/garpu depan sepeda fixie. Agar awet sebaiknya menggunakan tipe bearing. Harganya jauh lebih mahal, sekitar 250 ribu.

Bagian Rim atau Velg sepeda Fixie

Ada 2 pilihan. Pertama rim klasik dengan bentuk seperti velg sepeda biasa atau sama dengan rim sepeda Hyrid berukuran 700c. Yang sedang tren adalah velg lebar.

Satu catatan saja, untuk komponen roda sepeda Fixie adalah komponen paling mahal dari seluruh sepeda. Harganya mencapai 2 juta untuk roda depan dan roda belakang dengan merek yang berkualitas.

Urusan Sparepart crank Fixie

Namanya sepeda kalangan muda, tidak terikat dengan pabrikan atau merek. Semua suka-suka,dan dikabarkan dari mulut ke mulut atau melalui komunitas Fixie. Hunting komponen merupakan ritual dari komunitas sepeda Fixie.



Salah satu sparepart yang suka dicari seperti Crank merek Sugino 48 gigi,hanya dijual 250 ribu. Crank tersebut banyak dipakai oleh pencinta sepeda Fixie. Bukan saja bagus, tetapi ringan karena dibuat dengan bahan aluminium. Yang lain dapat mengunakan crank sepeda gunung seperti produk dari Shimano Alivio. Hanya bagian ring crank dalamnya dilepas, dan hanya mengunakan ring utama saja.

Gaya dan Model Sepeda Fixie

Dibawah ini beberapa model dari sepeda Fixie, berwarna cerah dengan ciri hanya satu crank / gigi depan dan satu sproket / gigi belakang.